KONI Berau Usulkan Anggaran Besar untuk Persiapan Porprov Kaltim, Komitmen Pemkab dan DPRD Menguat

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau mengusulkan anggaran signifikan untuk mendukung persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang dijadwalkan September hingga Oktober mendatang.

 

Ketua KONI Berau, Taupan Majid, menyampaikan bahwa estimasi total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp40 miliar, mencakup dana pembinaan, persiapan Pra-Porprov, hingga insentif atlet.

 

Dalam rapat bersama DPRD dan perangkat daerah, Taupan menyebutkan bahwa usulan tersebut mempertimbangkan kemungkinan seluruh Cabang Olahraga (Cabor) di Kabupaten Berau dapat ikut serta.

 

“Keberadaan Berau memiliki 63 cabor kami memerlukan dana besar.  Untuk Pra-Porprov di Palu saja dianggarkan Rp7 miliar, sementara untuk Porprovnya sendiri, kami mengusulkan Rp30 miliar," ungkapnya.

 

Menurut  Taupan, hingga kini belum ada kejelasan dari KONI Kaltim mengenai jumlah Cabor yang akan dipertandingkan. Namun KONI Berau bersiap maksimal agar semua potensi daerah dapat tersalurkan. Ia menambahkan bahwa pembahasan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari anggota DPRD Berau, termasuk tiga di antaranya yang juga menjabat sebagai ketua Cabor.

 

“Didukung Undang Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan mewajibkan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga. Ini juga sejalan dengan visi-misi Ibu Bupati untuk meningkatkan kualitas SDM,” terang  Taupan.

 

Terkait teknis pendanaan, KONI Berau akan menyusun proposal resmi yang akan diajukan melalui Dispora, selanjutnya dikomunikasikan ke KONI Provinsi. Harapannya, anggaran tersebut bisa masuk dalam APBD Perubahan mendatang.

 

Selain soal teknis dan dana, Taupan juga menyoroti pentingnya menjaga semangat dan loyalitas atlet daerah. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah atlet berprestasi mulai mempertimbangkan pindah ke daerah lain karena belum adanya kejelasan anggaran.

 

"Kita perlu segera memberikan kepastian agar mereka tetap membela Berau. Apalagi kita tahun lalu berada di peringkat kedua. Itu harus kita pertahankan," katanya.

 

Taupan juga menegaskan bahwa dalam Raker terakhir KONI Kaltim telah disepakati bahwa usia maksimal atlet Porprov adalah 30 tahun, guna memberi ruang regenerasi atlet muda. Di samping itu, penggunaan atlet luar daerah juga tidak diperbolehkan.

 

Mengenai bonus bagi atlet berprestasi, KONI Berau mendorong agar besaran insentif ditingkatkan. Jika sebelumnya bonus untuk medali emas sebesar Rp50 juta, Taupan berharap bisa naik hingga Rp100 juta. Ia menyebut beberapa daerah seperti Samarinda dan Kutai Timur sudah merealisasikan bonus untuk atlet mereka, sehingga Berau diharapkan bisa segera menyusul.

 

“Kami mendorong Dispora dan Pemerintah Daerah agar bisa menganggarkan bonus ini segera. Ini akan menjadi motivasi besar bagi atlet,” tegasnya.

Dengan jarak tempuh yang jauh ke lokasi Porprov di Kabupaten Paser dan kebutuhan logistik yang besar, persiapan matang sangat diperlukan. Taupan menutup dengan harapan agar sinergi antara KONI, DPRD, dan Pemkab Berau terus berjalan demi prestasi olah raga yang lebih baik ke depan. (sep/FN)